anything

Selasa, 08 Maret 2011

PEROKOK; MANUSIA EGOIS, DUNGU, DAN PEMBUNUH!

perokok adalah manusia egois, dungu, dan  pembunuh.... mungkin bagi sebagian orang baik perokok maupun tidak menganggap statement ini terlalu ekstrem atau terlalu berlebihan. tapi tidak bagi saya. saya membenci asap rokok dari sewaktu saya masih kecil. batuk-batuk, mata perih, dada sesak, itulah yang saya rasakan bersama sekumpulan zat halus yang mengepul diudara dari hasil pembakaran tembakau dan tar. setelah dewasa, saya satu kosan dengan seorang perempuan muda, dia mengatakan pada saya bahwa dia mengidap kanker paru-paru akibat terlalu banyak asap rokok di tubuhya. apakah dia perokok? tidak. dia bukan perokok. dia hanya korban. korban dari ayahnya yang merokok dirumah, korban dari 8 saudara laki-lakinya yang juga merokok dirumahnya juga korban dari sejumlah manusia diluar sana yang ikut menyumbangkan kepulan asap rokok diudara.

mungkin anda pernah mendengar bahwa perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif. perokok pasif menurut Para peneliti di Lawrence Berkley National Laboratory di California dibedakan menjadi dua jenis; perokok pasif pertama, adalah orang yang menghirup asap yang kebetulan berada satu ruangan beserta perokok dan perokok pasif kedua adalah orang yang terkena residu asap rokok yang kebetulan menempel di baju, mobil, karpet dsb. perokok pasif pertama maupun kedua sama berbahayanya bagi kesehatan manusia.bahakn beberapa penelitian mengatakan bahwa asap rokok yang menyentuh permukaan sangat berbahaya bagi bayi dan anak-anak.

perokok adalah manusia egois dan dungu. lihat mereka dengan segala keegoisan dan keangkuhanya menjepit rokok di dua jai telunjuk dan tengahnya... menghisap dan mengepulkan nya sehingga asap tersebut dengan liar terbang bebas keudara. mereka melakukan hal tersebut tentu dengan kesadaran bahwa merokok dapat merusak kesehatan. saya yakin mereka sadar,  karena disetiap bungkus rokok yang mereka nikmati telah dipampang dengan jelas segala resikonya. mengapa saya juga begitu yakin mereka sadar karena kampanye rokok sudah menggaung di seluruh sudut. tapi lihatlah apa yang terjadi MEREKA TIDAK PEDULI. itulah mengapa saya mengatakan mereka DUNGU.

para perokok selain egois dan dungu dia juga seorang PEMBUNUH... secara perlahan dia membunuh orang-orang yang tidak berdosa untuk ikut menikmati asap rokok mereka bahkan menabung residu dari tar dan nikotin ditubuh orang-orang yang mengidamkan hidup sehat dan bersih. bukan cuma itu... dengan semena-mena para perokok itu juga merusak udara yang dihirup jutaan manusia di bumi. mereka ktidak hanya pembunuh yang membunuh manusia secara perlahan. mereka juga pembunuh super kejam karena dengan "kedunguan" mereka, mereka merusak bumi; hadiah terindah yang diberikan tuhan pada umatnya di dunia. kita tidak bisa hidup sendirian. bumi adalah tempat terbaik bagi manusia. jika tempat ini dirusak, lalu kita mau hidup dimana? tidakkah kalian ingin melihat anak dan cucu kalian hidup sehat dan bersih?

mungkin saya agak gila jika saya bilang "pecandu" dan "peminum" lebih baik dari perokok. meskipun saya benci kedua jenis tersebut tapi paling tidak pecandu dan peminum alkohol  lebih banyak yang merusak dirinya sendiri ketimbang merusak orang lain. untuk pecandu dan peminum pada leveling non edict (istilah "user") atau modern wine (untuk istilah peminum alkohol satu gelas kecil yang katanya demi kesehatan) mereka masih bisa mengontrol semuanya dah hanya menjadikan barang tersebut sebagai "habit" an tidak merusak orang lain maupun bumi. Namuni perokok, baik ringan, sedang, tau berat apapun jenisnya mereka tetap memberikan sumbangsih yang buruk pada orang lain dan hancurnya bumi.

sangat miris rasanya ketika seorang dokter mengatakan bahwa paru-paru saya kotor karena telalu banyak asap rokok. saya jadi sering sesak nafas dan nafas saya pendek. murka rasanya mendengar kalimat "terlalu banyak aap rokok. Pasalnya,  bagaimana bisa saya mengidap asap rokok sementara saya bukan perokok. kedua,  dirumah sama sekali tidak ada perokok. kami semua membenci rokok bahwa warung kelontongan saya tidak menjual rokok demi memegang prinsip "bebas tembakau". ketiga lingkungan saya dikantor juga bebas rokok. tak ada satupun perokok dikantor.saya juga  jarang makan dikantin karena lingkunganya yang kurang sehat. kemudian, teman-teman dekat saya? tak ada yang merokok baik pria maupun wanita mereka tidak merokok bahkan walaupun mereka merokok biasanya mereka tidak melakukanya di depan saya demi menghargai prinsip free nicotine and tar yang saya pegang.so?? wajar bukan jika kemudian saya berkata ini tidak adil.

saya bukan orang kaya yang bisa pergi setelah menutup pintu rumah kemudian langsung membuka mobil dengan ruangan bersih pergi ke kantor yang juga bebas rokok. saya hanya gadis kampung yang kerjanya hilir mudik ke kota demi mencari penghasilan dengan menggunakan transportasi umum. maka jelas nyaris setiap hari saya menghirup udara bebas. setiap orang berhak atas udara bersih. tolong jangan tambah daftar orang-orang yang terkena gangguan pernafasan, radang paru-paru atau bahkan kanker akibat rokok yang anda hisap. saya tidak menyukai rokok. begitu pula bumi ini apalagi anak-anak dan bayi-bayi yang baru mengenal dunia. mereka tidak berdosa. maka pedulilah pada mereka. pada manusia kecil yang tak berdosa pada alam yang sudah mulai tua. karena setiap orang berhak atas udara yang bersih!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar