anything

Selasa, 08 Maret 2011

cara terbaik menyikapi "kecelakaan kecil" dan keterlambatan ; "Tuhan menginginkan kita untuk tetap disana..."


ada sebuah artikel yang pernah dimuat dalam sebuah blog di internet mengenai beberapa orang yang beruntung pada peristiwa 11 september yang menewaskan ratusan ribu orang di pusat perekonomian AS. artikel itu memuat beberapa orang yang beruntung dalam peristiwa itu. mereka beruntung karena beberapa "kecelakaan" kecil. dari salah seorang yang selamat mereka mengaku kesiangan karena tiba-tiba alram mereka tidak berdering seperti biasanya, atau ada seorang ibu yang harus mengantar anaknya karena tiba-tiba anaknya merengek ingin diantar kesekolah ada juga yang kakinya lecet karena sepatu barunya tak nyaman sehingga harus membeli plester sebelum masuk kantor. berbagai kecelakaan kecil itu sempat membuat mereka jengkel, mengumpat, berkata kasar dan mungkin sempat "menghardik Tuhan". mereka begitu marah dan cemas karena dipastikan akan datang terlambat. tapi pernahkah mereka berfikir sebelumnya bahwa ini sebuah skenario dari tuhan dan tentu saja ini bukan skenario kecil melainkan skenario besar yang dirancang tuhan agar mereka selamat dari kecelakaan maut.

keterlambatan memang sebuah kesalahan. tapi dibutuhkan sikap terbaik untuk menyikapi sebuah keterlambatan itu. jika kita lihat berbagai peristiwa kecelakaan kecil yang menyelamatkan mereka dari kecelakaan maut tersebut di atas patut kita renungi sebuah pernyataan bahwa sebenarnya tuhan menginginkan kita tetap disana. itu adalah sebuah skenario tuhan mengulur waktu kita agar kita tetap berada dilokasi tersebut untuk menyelamatkan kita dari hal yang lebih buruk dari sebuah keterlambatan. keterlambatan memang bukan sikap terpuji. tapi jika kita sudah mengupayakan agar tidak terlambat tapi kita masih tetap terlambat artinya "tuhan menginginkan kita untuk tetap disana beberapa saat." jadi jangan mengumpat apalagi menghardik tuhan karena Tuhan pasti punya rencana terbaik untuk kita. ambilah sikap terbaik dalam berbagai peristiwa karena sebebrapapun besarnya peristiwa tergantung pada sebebrapa bijak kita menyikapinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar